Di ambil dari: http://annunaki.me/2012/04/09/tips-jitu-anti-galau-kenali-perasaan-anda/
Sering kali kita menjadi “galau” hanya gara-gara input
dan feedback dari orang lain. Entah itu pada pemikiran atau tindakan kita. Itu
sebenarnya gak perlu. Galau hanya bisa terjadi kalau kita ijinkan itu terjadi!
Jika secara emosional kita kuat, input dan feedback dari luar yang senegatif
apapun tidak akan berpengaruh.
Bagaimana caranya menjadi kuat secara emosional?
Dengan menyadari bahwa “galau” dan teman-temannya (sebut saja “negative
emotion”) hanya bisa kita rasakan jika kita mengijinkannya bercokol di benak
(pikiran) kita!
Maksudnya apa? Gini bro/sis…yang namanya “galau”
adalah sebentuk reaksi emosional yang kita sebut “negatif”. Negatif karena
menghasilkan sesuatu yang kontra produktif. Kalau galau biasanya males ngerjain
apapun, terisak di pojok kamar, sedih berkepanjangan, kepikiran terus apa kata
orang lain sampe gak enak makan-tidur, dll. kontra produktif kan? Gak
menghasilkan apa-apa kan?
Dan semuanya itu terjadi karena kitalah yang
mengundangnya dalam hidup kita. Dengan memikirkan terus-menerus input dari
orang lain, tanpa kita sadari kita telah menancapkan dalam-dalam feedback dia
dalam pikiran bawah sadar.
Perlu bro/sis ketahui, tidak semua feedback orang itu
perlu kita amini. Dengarkan saja mereka tapi dalam benak anda, analisa
baik-baik. Apa yang baik untuk anda, ambil. Jika belum memungkinkan,
kesampingkan dulu. Jika sama sekali bertentangan, singkirkan jauh-jauh (tentu
saja dengan cara yang elegan
)
Nah, banyak dari teman-teman kita (peer group) bahkan
lingkungan terdekat seperti keluarga memberikan negative feedback tanpa mereka sadari! Sebenarnya mereka tidak
bermaksud buruk pada kita. Mengapa begitu? ada banyak variabel. Tapi variabel
utama yang saya perhatikan adalah: kita sering memberikan negative feedback
tanpa disadari karena pada umumnya masih banyak orang di benak bawah sadarnya
yang tidak nyaman dengan perbedaan, tidak nyaman dengan perubahan, tidak nyaman
dengan sesuatu yang progresif, tidak nyaman dengan kemajuan, dll.
Ketidaknyamanan itu sering dilontarkan dalam bentuk
ucapan berupa kritik. Ucapan ini merefleksikan kondisi bawah sadar itu. Karena
itu kenali perasaan anda. Perasaan anda adalah ‘kompas’ yang memberitahu pada
anda dimana ‘posisi’ anda berada. Tentu saja banyak kritik yang membangun dan
memberikan solusi, tapi saya yakin anda juga pernah menerima banyak kritikan
yang sekedar mengkritik tapi tidak membangun.
It’s okay bro/sis. Terhadap kriitik dan feedback yang
seperti itu janganlah kita menerimanya. Janganlah kita mengundangnya. Bagaimana
caranya? Dengan tidak memikirkannya lagi. Pikirkan saja tujuan anda, konsentrasi ke sana sambil
menyadari bahwa feedback yang negatif ini perlu menjadi cambuk bagi saya untuk
lebih fokus dan serius.
Jadi jika galau melanda, coba fokuskan pada
pikiran-pikiran baik. Pusatkan pikiran pada:
- · apa berkat dan kebaikan yang sudah anda terima dan perbuat (misalnya: sehat walafiat, bisa makan 3 kali sehari, dll)
- · apa karya terbaik saat ini yang sedang anda usahakan (misalnya: sedang menuntut ilmu, atau bekerja mencari uang halal)
- · apa niat baik yang ingin anda lakukan dan ujudkan (misalnya: ingin meng-Hajikan kedua orang tua, dlsb)
Ingat sekali
lagi: feedback negative itu sering dilontarkan tanpa disadari oleh orang-orang
disekitar kita. Jadi jangan terlalu serius menanggapi hal-hal negative yang
dilemparkan orang lain pada kita. Ikuti apa kata hati anda, berfokus pada
tujuan dan niat baik anda sambil diiringi doa pada Yang Maha Kuasa agar niat
baik anda tergapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar