9 Mei 2012, 07:24 PM
Sri Ajeng K
('_')
Kata-kata "galau" rasanya sudah tak asing di telinga kita dewasa ini. Ketika remaja yang ditanya galau terlihat linglung, teman-temannya pasti bilang "Kamseupai" alias kampungan sekali udik payah. Entah ini merupakan tuntutan atau keharusan, rasanya galau dikalangan remaja sudah menjadi tren dan bahkan sudah menjadi kebiasaan apabila mengalami masalah dan suatu pilihan yang sulit untuk membuat keputusan akan apa yang harus dilakukan, mereka pasti bilang, "Lagi galau nih". Masih ingin bukti kenge-tren-an kata galau di 2012 ini, coba baca status anak anada, sahabat remaja anda, atau malah anda sendiri, hitung berapa banyak kegalauan pada kata-kata mereka. Tapi, sebenarnya apa sih "Galau" itu?
Pernah nyadar nggak kalau galau itu sebenarnya adalah kata lain dari "stres"? Bukankah orang yang galau itu adalah orang yang lagi banyak pikiran? Dan masa dimana orang paling banyak dihadapkan pada banyak masalah dan pilihan adalah masa remaja. Waaaah... pas banget tuh, jadi tau kan kenapa galau membudaya banget di kalangan remaja?
Galau mungkin bisa didesinisikan sebagai stres ringan yang lebih spesifik pada kebimbangan menghadapi banyak pilihan sehingga menimbulkan masalah-masalah dalam pengambilan keputusan oleh seorang atau sekelompok individu. Sedangkan, stres adalah keadaaan dimana adanya tekanan internal maupun eksternal, atau kondisi bermasalah lainnya yang dialami individu, tekanan-tekanan tersebut menimbulkan ketegangan baik fisik dan emosional yang akan menyebabkan individu disebut pada kondisi bermasalah atau stres. Dari artian diatas maka stressor (penyebab stres) bisa diakibatkan oleh eksternal maupun internal dari individu itu, begitu juga dengan kegalauan yang dialaminya.
Manifestasi dan reaksi kita terhadap stak jarang terlihat dan bahkan menimbulkan dampak yang buruk bila kita tidak bisa mengelola stres kita. Adakalanya perut seolah-olah diaduk-aduk, atau merasa ada gumpalan kerongkongan, atau pundak kita terasa kaku,mungkin juga denyut nadi kita semakin cepat dan jantung berdebar-debar, berkeringat banyak, pikiran-berputar-putar dalam diri, ataupun mengalami jalan buntu. Semua individu pasti pernah mengalaminya, tapi pernahkah berfikir bahwa penyebabnya adalah stres? Galau merupakan tingkatan stres yang masih rendah bila seseorang dihadapkan dalam pilihan. Namun apabila seseorang terus-terusan tidak mendapat ke[putusan akan pilihan yang akan dipilih, hal itu akan menimbulkan stres yang akan semakin berat bila itu terus berlanjut.
Bila stres semakin kronis dan kuat, gejala-gejala itu akan semakin kronis, bahkan tak jarang menimbulkan penyakit serius. Hal tersebut berkaitan dengan penyaluran stres mereka yang kadang merujuk ke hal negativ apabila masalah tidak kunjung terselesaikan, pilihan tak kunjung bisa diputuskan dan akhirnya individu akan semakin mendapat banyak tekanan.
Kegalauan pada tingkat remaja dinilai masih bisa diatasi sembuhkan bila mereka tidak terus-terusan membudayakannya. Para orang tua harus tau bahwa remaja adalah masa dimana anak-anak banyak mencoba-coba hal yang dianggapnya baru. Kegalauan yang mendekati stres bagi remaja sangat membutuhkan penyaluran, tak jarang remaja yang tidak dapat menyelesaikannya masalahnya dengan tuntas menyalurkan stresnya itu ke hal yang dianggapnya bisa menjadi pelampiasan yang tak jarang malah membuka masalah baru. beberapa remaja mungkin berubah menjadi 'menarik diri atau depresi, penyalurannya paling sering kepada rokok, ngopi, miras dan yang paling parah adalah narkoba. Bukankah hal tersebut lambat laun akan menyebabkan penyakit dalam tubuh mereka?
Sekarang, siapa yang mau menjadi galau terus-terusan walaupun galau masih nge-tren? ^_^
(Aje)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar