Jumat, 11 Mei 2012

Jangan Galau, Allah Bersama Kita! Inilah 4 Ayat Anti Galau!




Rabu, 18 Apr 2012
Oleh: Zakariya Hidayatullah
Mahasiswa STID Muhammad Natsir
Zaman sekarang berbagai masalah makin kompleks. Entah itu komplikasi dari masalah keluarga yang tak kunjung selesai, masalah hutang yang belum terbayar, bingung karena ditinggal pergi oleh sang kekasih, ataupun masalah-masalah lain. Semuanya bisa membuat jiwa seseorang jadi kosong, lemah atau merana.
“Galau!!” merupakan sebuah kata-kata yang sedang naik daun, di mana kata-kata itu menandakan seseorang tengah dilanda rasa kegelisahan, kecemasan, serta kesedihan pada jiwanya. Tak hanya laku di facebook atau twitter saja, bahkan di media televisi pun orang-orang seakan-akan dicekoki dengan kata-kata “galau” tersebut.
Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap insan.
...Jangankan kita manusia biasa, bahkan Rasulullah pun pernah mengalami keadaan keadaan galau pada tahun ke-10 masa kenabiannya...
Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10 masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid.
Sahabat Abu Bakar, ketika sedang perjalanan hijrah bersama Rasulullah pun di saat berada di dalam gua Tsur merasa sangat cemas dan khawatir dari kejaran kaum Musyrikin dalam perburuan mereka terhadap Rasulullah. Hingga turunlah surat At-Taubah ayat 40 yang menjadi penenang mereka berdua dari rasa kegalauan dan kesedihan yang berada pada jiwa dan pikiran mereka.
Jangan Galau, Innallaha Ma’ana!
Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)
Ayat di atas mungkin dapat menjadikan kita agar lebih merenungi lagi terhadap setiap masalah apapun yang kita hadapi. Dalam setiap persoalan yang tak kunjung terselesaikan, maka hadapkanlah semua itu kepada Allah Ta’ala. Tak ada satupun manusia yang tak luput dari rasa sedih, tinggal bagaimana kita menghadapi kesedihan dan kegalauan tersebut.
...Allah telah memberikan solusi kepada manusia untuk mengatasi rasa galau yang sedang menghampiri jiwa...
Adakalanya, seseorang berada pada saat-saat yang menyenangkan, tetapi, ada pula kita akan berada pada posisi yang tidak kita harapkan. Semua itu sudah menjdai takdir yang telah Allah Ta’ala tetapkan untuk makhluk-makhluk Nya.
Tetapi, Allah Ta’ala juga telah memberikan solusi-solusi kepada manusia tentang bagaimana cara mengatasi rasa galau atau rasa sedih yang sedang menghampiri jiwa. Karena dengan stabilnya jiwa, tentu setiap orang akan mampu bergerak dalam perkara-perkara positif, sehingga dapat membuat langkah-langkahnya menjadi lebih bermanfaat, terutama bagi dirinya lalu untuk orang lain.
Berikut ini adalah kunci dalam mengatasi rasa galau;
1. Sabar
Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).
Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi.
2. Adukanlah semua itu kepada Allah
Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:
“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).
...ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita...
Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita.
Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.
3. Positive thinking
Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu manusia dalam mengatasi rasa galau yang sedang menghinggapinya. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada pada dalam diri menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang kesusahan-kesusahan yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya;
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).
4. Dzikrullah (Mengingat Allah)
Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.
...Bersabar, berpikir positif, ingat Allah dan mengadukan semua persoalan kepada-Nya adalah solusi segala persoalan...
Sebagaimana firman-Nya:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).
Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.
Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita. [voa-islam.com]
http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2012/04/18/18704/jangan-galau-allah-bersama-kita-inilah-4-ayat-anti/

TIPS JITU ANTI GALAU KENALI PERASAAN ANDA

Di ambil dari: http://annunaki.me/2012/04/09/tips-jitu-anti-galau-kenali-perasaan-anda/

Sering kali kita menjadi “galau” hanya gara-gara input dan feedback dari orang lain. Entah itu pada pemikiran atau tindakan kita. Itu sebenarnya gak perlu. Galau hanya bisa terjadi kalau kita ijinkan itu terjadi! Jika secara emosional kita kuat, input dan feedback dari luar yang senegatif apapun tidak akan berpengaruh.
Bagaimana caranya menjadi kuat secara emosional? Dengan menyadari bahwa “galau” dan teman-temannya (sebut saja “negative emotion”) hanya bisa kita rasakan jika kita mengijinkannya bercokol di benak (pikiran) kita!
Maksudnya apa? Gini bro/sis…yang namanya “galau” adalah sebentuk reaksi emosional yang kita sebut “negatif”. Negatif karena menghasilkan sesuatu yang kontra produktif. Kalau galau biasanya males ngerjain apapun, terisak di pojok kamar, sedih berkepanjangan, kepikiran terus apa kata orang lain sampe gak enak makan-tidur, dll. kontra produktif kan? Gak menghasilkan apa-apa kan?
Dan semuanya itu terjadi karena kitalah yang mengundangnya dalam hidup kita. Dengan memikirkan terus-menerus input dari orang lain, tanpa kita sadari kita telah menancapkan dalam-dalam feedback dia dalam pikiran bawah sadar.
Perlu bro/sis ketahui, tidak semua feedback orang itu perlu kita amini. Dengarkan saja mereka tapi dalam benak anda, analisa baik-baik. Apa yang baik untuk anda, ambil. Jika belum memungkinkan, kesampingkan dulu. Jika sama sekali bertentangan, singkirkan jauh-jauh (tentu saja dengan cara yang elegan :D)
Nah, banyak dari teman-teman kita (peer group) bahkan lingkungan terdekat seperti keluarga memberikan negative feedback tanpa mereka sadari! Sebenarnya mereka tidak bermaksud buruk pada kita. Mengapa begitu? ada banyak variabel. Tapi variabel utama yang saya perhatikan adalah: kita sering memberikan negative feedback tanpa disadari karena pada umumnya masih banyak orang di benak bawah sadarnya yang tidak nyaman dengan perbedaan, tidak nyaman dengan perubahan, tidak nyaman dengan sesuatu yang progresif, tidak nyaman dengan kemajuan, dll.
Ketidaknyamanan itu sering dilontarkan dalam bentuk ucapan berupa kritik. Ucapan ini merefleksikan kondisi bawah sadar itu. Karena itu kenali perasaan anda. Perasaan anda adalah ‘kompas’ yang memberitahu pada anda dimana ‘posisi’ anda berada. Tentu saja banyak kritik yang membangun dan memberikan solusi, tapi saya yakin anda juga pernah menerima banyak kritikan yang sekedar mengkritik tapi tidak membangun.
It’s okay bro/sis. Terhadap kriitik dan feedback yang seperti itu janganlah kita menerimanya. Janganlah kita mengundangnya. Bagaimana caranya? Dengan tidak memikirkannya lagi. Pikirkan saja tujuan anda, konsentrasi ke sana sambil menyadari bahwa feedback yang negatif ini perlu menjadi cambuk bagi saya untuk lebih fokus dan serius.
Jadi jika galau melanda, coba fokuskan pada pikiran-pikiran baik. Pusatkan pikiran pada:
  • ·            apa berkat dan kebaikan yang sudah anda terima dan perbuat (misalnya: sehat walafiat, bisa makan 3 kali sehari, dll)
  • ·            apa karya terbaik saat ini yang sedang anda usahakan (misalnya: sedang menuntut ilmu, atau bekerja mencari uang halal)
  • ·            apa niat baik yang ingin anda lakukan dan ujudkan (misalnya: ingin meng-Hajikan kedua orang tua, dlsb)
Ingat sekali lagi: feedback negative itu sering dilontarkan tanpa disadari oleh orang-orang disekitar kita. Jadi jangan terlalu serius menanggapi hal-hal negative yang dilemparkan orang lain pada kita. Ikuti apa kata hati anda, berfokus pada tujuan dan niat baik anda sambil diiringi doa pada Yang Maha Kuasa agar niat baik anda tergapai.

Tips-tips Anti Galau Yang Lebih Ampuh


by Yoss on 2012-03-12 09:30:00

Kata "galau" semakin hari semakin melambung tinggi dan menjadi trending topics di dunia nyata dan dunia maya, khususnya di kalangan remaja yang kini lebih sering disebut sebagai anak-anak labil, karena dibelakang kata galau ada kalimat tersembunyi bagi para "ababil" (A-Be-Ge Labil), yaitu "kalau nggak galau, nggak gaul".

Nah, sebelum bagi-bagi tips untuk mengatasi kegalauan yang sedang dialami, tak ada salahnya bagi kita untuk memahami makna sebenarnya dari kata "galau" tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia galau berarti "(pikiran) kacau tidak karuan", dengan kata lain galau adalah saat dimana pikiran mengalami kekacauan. Namun tidak disebutkan kekacauannya dalam bentuk apa. Tetapi ketika orang mengalami galau berkepanjangan dengan jangka waktu yang tidak dapat diperkirakan maka hal tersebut sudah bisa disebut sebagai "kecemasan". Kecemasan sebagai akibat dari kegalauan yang akut bisa berupa perasaan gelisah yang bersifat subyektif seperti tampak khawatir, gelisah, resah. Kegalauan merupakan hal yang normal ada dalam diri manusia. Namun, kegalauan dianggap abnormal hanya jika terjadi dalam situasi yang sebagian besar orang tidak dapat menanganinya.

Yuk, kita bagi tips-tips anti galau berikut ini:

1. Mendekatkan diri kepada Tuhan
Ini adalah poin paling penting yang harus berada dalam urutan teratas daftar prioritas kita. Bukan berarti hanya ketika galau saja kita dekat dengan Sang Pencipta. Yang dimaksudkan disini adalah lebih mendekatkan diri lagi lebih dari biasanya agar tercipta perasaan tenang misalnya dengan berdoa, membaca Firman Tuhan.

2. Hadapi masalah yang ada
Apapun yang terjadi pada diri kita, hadapilah! Percaya deh, Tuhan itu tidak pernah memberi masalah di luar batas kemampuan kita. Lagipula kalau masalah tidak dihadapi dan diselesaikan secepatnya, masalah tersebut akan terus membayangi kita. Makanya, jangan pernah menunda-nunda menylesaikan suatu masalah atau urusan.

3. Curhat
Curhat kepada teman yang terpercaya mrupakan sarana efektif mengatasi galau. Mungkin teman baik kita tersebut bisa memberi ide berupa solusi bagi masalah kita. Ingatlah, Tuhan selalu memberi kita berkah dalam masalah yang kita hadapi, dan kita tidak pernah tahu dari mana berkah tersebut datang. Bisa saja Ia memberi berkah solusi bagi kita melalui teman baik kita, bukan? Tapi ini bukan berarti kita lantas memanfaatkan teman kita tersebut (jangan mentang-mentang dia mau menolong, lalu kita malah lepas tangan saja).

4. Melakukan hobi atau kegemaran
Aturlah waktu sedemikian rupa dengan kegiatan bermanfaat untuk mengisi waktu kosong, hal ini dijamin bisa meringankan dan/atau bahkan menghilangkan kegalauan tersebut. Biasanya kegalauan itu timbul saat kita sedang tidak ada kerjaan, melongo, melamun.

5. Dengarkan musik
Disarankan mendengarkan lagu yang berirama cepat agar emosi dari dentuman besar dalam lagu mampu menaikkan mood.

6. Berpikir positif
Hadapi masalah dan jalani hidup dengan pikiran yang positif. Apabila pikiran kita positif maka hasilnya kita akan merasa lebih bahagia dan terlihat ceria.

7. Belajar menerima
Galau karena keadaan jomblo, merasa miskin, merasa bodoh itu sama saja dengan jalan di tempat. Belajarlah menerima keadaan dengan ikhlas, agar mampu menjalani hidup selanjutnya dengan hati "seringan awan" dan nothing to lose alias tanpa beban.

http://memobee.com/index.php?do=c.every_body_is_journalist&idej=2082

GALAU..?? (Arti Galau Dalam Berbagai Versi Dan Tingkatannya)


Di ambil dari: http://gugling.com/2012/03/15/arti-galau-dalam-berbagai-versi-dan-tingkatannya/

 
Galau.. Kata inilah yang sedang menjadi tren di sekitaran ABG. Bahkan salah satu operator telekomunikasi di Indonesia mengeluarkan produknya yang bernama “Anti Galau”. Sebenernya apa sih arti kata Galau ini?
GALAU, versi Kamus Besar Bahasa Indonesia :
ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau

GALAU, versi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V Halaman 407 (2008) :
Galau berarti kacau (tentang pikiran); Bergalau berarti (salah satu artinya) kacau tidak keruan (pikiran); kegalauan berarti sifat (keadaan hal) galau.

GALAU, versi Google Translate dan Kamus Indonesia-Inggris John M. Echols dan Hasan Shadily :
Bahasa Inggris galau adalah hubbub atau confusion. Yang artinya, galau lebih menonjol kepada sebuah suasana pikiran yang sedang dilanda kebingungan.

GALAU, versi bidang psikologi :
Sebuah keadaan dimana kejiwaan seseorang yang memiliki rasa kurang percaya pada sahabat-sahabatnya. Dengan kata lain, saat ia memiliki sebuah masalah (lebih cenderung kepada hal percintaan) orang tersebut tidak mempercayai saran-saran dan keberadaan orang-orang terdekatnya, cenderung lebih mencintai kesendirian, kesakitan dan ketersesatan, merasa tidak (kurang) diperhatikan atau dicintai oleh orang-orang di sekitar, mencari perhatian dan merasa patut di kasihani dengan melakukan aktifitas “update status” pada situs jejaring sosial dengan kalimat-kalimat yang bermakna sakit hati dan kekecewaan, tidak percaya sepenuhnya pada rencana TUHAN.

GALAU, versi Gugling :
Galau biasanya mewakilkan suasana hati seseorang yang sedang dalam keadaan susah, gelisah, gundah gulana, bingung, serba tidak enak dan semacamnya. Galau seperti rasa sedang jatuh cinta. Makan tidak enak, tidur pun tidak nyenyak (padahal kondisi mengantuk dan lapar).

GALAU, versi anonim positif :
GALAU = God Always Listening Always Understanding

Contoh kata-kata galau:
* Anak muda memang suka berangan angan, memang susah kalo cinta bertepuk sebelah tangan
* Cinta aku ke kamu ‘tu ibarat tali BEHA, saat renggang terasa menggantung.
* Kalo kamu tanya aku, kenapa wajahku muram. Jawabannya adalah karena kamu gak pernah tau perasaanku yang selalu mengharapkan cintamu
* Mendingan nahan laper deh dari pada nahan kangen
* Gue cemburu karna gue sayang sama lo, NGERTI !
* Hujan datang menyerbu.. dingin datang kepadaku.. aku sayang kepadamu.. tapi kamu ga’ sayang kepadaku..
* Kutub utara dingin membeku, seperti hatiku yang sudah membeku akan cintaku kepadamu
* Gue susah-susah mencari perhatian lo, tapi lo malah cuek, dingin bagaikan salju
* Setiap kamu sedih, kamu kesepian, kamu seneng, aku pasti selalu ada buat kamu tapi kenapa kamu lebih milih dia dari pada aku
* Malam ini dingin sekali, karena tak ada kamu disampingku
* Hatiku kau anggap kudapan, setelah habis kau biarkn dingin, buat apa kusimpan harapan, jika kau malah pergi dengan yang lain
* Menunggu CINTA mu itu seperti menunggu DAMRI jurusan kuburan, yang gak akan pernah datang..

Itulah beberapa contoh kata-kata galau yang sering saya jumpai dari beberapa status facebook dan twitter anak-anak remaja saat ini.

Tingkatan-Tingkatan Kegalauan:


1. Agak Sedikit Galau
Galau ditingkatan ini masih berada di tingkat paling dasar. Biasanya orang yang sedang berada di galau tingkat normal ini hanya bersikap seakan-akan sedang memikirkan sesuatu sambil bengong dengan pandangan yang kosong. Contoh: duduk diatas kasur sambil melihat ke luar jendela diwaktu hujan, sambil pasang earphone dan putar lagu galau seperti Adele–Someone Like You atau lagunya Afgan-Hanya Jadi Sahabatmu, dll


 2. Galau Sedikit Parah
Ciri-ciri yang mengidap galau sedikit parah, sedikit-sedikit ganti status BBM, Facebook dan Twitter. Contoh:
* Ganti status waktu lagi dengerin lagu galau
“#nowplaying (lagunya) jadi keinget kenangan masa lalu”.
* Ganti status waktu lagi duduk di sofa ruang tamu jadi inget perndah duduk sama mantan disitu
“dulu dia duduk disini sama aku..”.





3. Galau Agak Parah
Ciri-ciri yang mengidap galau agak parah ini tiba-tiba pasang status atau tweet seperti ini:
“Sumpah gue nggak bakalan ngetweet lagi sampe gue lupain elo! EXIT”.
Tapi 5 menit kemudian, bahkan ga sampai 5 menit udah ganti status dan ngetwit:
“gak bisa.. gak bisa.. inget kamu lagi..”


4. Galau Akut



Galau tingkat ini yang paling bahaya. Bisa-bisa karena kegalauannya ini, seseorang bisa jadi stress bahkan gila sampai-sampai ingin gantung diri di monas seperti Anas Urbaningrum.
Atau sampai pasang status dan tweet “Lebih baik aku mati saja kalau kau tidak bisa bersamaku, paling tidak temanilah aku malam ini”.
Kalau kamu sedang berada di tingkatan galau ini, segeralah berendam atau bershower.